Main Article Content

Abstract

As one of the scientific methods, literature review is distinguished by its ability to generate conclusions in the highest level of confidence as it relies on the analysis of numerous published empirical studies. Nevertheless, conducting a literature review on the Indonesian databases is challenging because there are wide ranges of synonymous variants for a conceptual terminology, which are mostly caused by the literal translations of the terminology from its English origin. This commentary paper highlights the fundamental challenge in conducting literature review studies using Indonesian published papers, particularly the challenge resulting from the abstinence of a guideline for terminology translations, and offers a strategy to mitigate the issue by emphasising the roles of psychological consortia and associations.

Keywords

istilah kajian literatur Indonesia penerjemahan istilah Indonesian literature review terminology translation

Article Details

How to Cite
El Hafiz, S., & Himawan, K. K. (2021). The challenges of conducting literature review studies in Indonesia: Fundamental issues and solutions. Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology, 8(1), 6–17. https://doi.org/10.24854/jpu125

References

  1. Allport, G. W. (1966). The religious context of prejudice. Journal for the Scientific Study of Religion, 5(3), 447-457.
  2. Ariati, J. (2010). Subjective well-being (kesejahteraan subjektif) dan kepuasan kerja pada staf pengajar (dosen) di lingkungan Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro. Jurnal Psikologi Undip, 8(2), 117-123.
  3. Arif, F., & Wahyuni, S. (2017). Hubungan kelekatan pada ibu, ayah, dan teman sebaya dengan kecenderungan anak menjadi pelaku dan korban bullying. Jurnal Psikologi Ulayat, 4(2), 122-140. doi:10.24854/jpu22017-100
  4. Asmarani, R. (2017). Hubungan antara kemampuan adaptasi terhadap kebisingan dengan stres kerja karyawan. Jurnal Studia Insania, 5(1), 71-93. doi: 10.18592/jsi.v5i1.1356
  5. Astuti, I. (2019, 25 November). Naiknya jumlah publikasi ilmiah belum diimbangi kualitas isi. Media Indonesia. Ditemu kembali dari https://mediaindonesia.com/read/detail/273714-naiknya-jumlah-publikasi-ilmiah-belum-diimbangi-kualitas-isi
  6. Chaplin, J. P. (2006). Kamus lengkap psikologi (K. Kartono, Trans.). RajaGrafindo Persada.
  7. Christyanti, D., Mustami’ah, D., & Sulistiani, W. (2010). Hubungan antara penyesuaian diri terhadap tuntutan akademik dengan kecenderungan stres pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah Surabaya. Insan, 12(3), 153-159.
  8. Clarke, M. (2000). The QUORUM statement. The Lancet, 355(9205), 756-757.
  9. Diener, E., Larsen, R. J., & Emmons, R. A. (1984). Bias in mood recall in happy and unhappy persons. Paper dipresentasikan di the The 92nd Annual Meeting of the American Psychological Association, Toronto.
  10. Diener, E., Lucas, R. E., & Oishi, S. (2002). Subjective well-being: The science of happiness and life satisfaction. Dalam C. R. Snyder & S. J. Lopez (Eds.), Handbook of positive psychology (hlm. 63-73). Oxford University Press.
  11. Diener, E., Sapyta, J. J., & Suh, E. (1998). Subjective well-being is essential to well-being. Psychological Inquiry, 9(1), 33-37. doi: 10.1207/s15327965pli0901_3
  12. Djaling, K. W., & Purba, D. E. (2019). Efek mediasi makna hidup pada hubungan antara grit dan kepuasan hidup pada mahasiswa. Jurnal Psikologi Ulayat, 6(2), 135-149. doi: 10.24854/jpu02019-233
  13. Fathonah, S., & Utami, I. (2011). Pengaruh kompensasi, pengembangan karir, lingkungan kerja dan komitmen organisasi terhadap kepuasan kerja pegawai sekretariat daerah Kabupaten Karanganyar dengan keyakinan diri (self efficacy) sebagai variabel pemoderasi. Excellent: Jurnal of Management, Business and Education, 1(1), 1-20.
  14. Green, B. N., Johnson, C. D., & Adams, A. (2006). Writing narrative literature reviews for peer-reviewed journals: Secrets of the trade. Journal of Chiropractic Medicine, 5(3), 101-117.
  15. Haddaway, N. R., & Rytwinski, T. (2018). Meta-analysis is not an exact science: Call for guidance on quantitative synthesis decisions. Environment International, 114, 357-359. doi: 10.1016/j.envint.2018.02.018
  16. Harianto, E., Matahari, D., & Ariela, J. (2017). Hubungan antara agresi relasional dan self-esteem mahasiswi Universitas X. Jurnal Psikologi Ulayat, 4, 188-202. doi: 10.24854/jpu22017-105
  17. Harimukthi, M. T., & Dewi, K. S. (2014). Eksplorasi kesejahteraan psikologis individu dewasa awal penyandang tunanetra. Jurnal Psikologi Undip, 13(1), 64-77.
  18. Himawan, K. K. (2019). Mengapa menikah? Mencermati makna pernikahan bagi masyarakat Indonesia saat ini. Dalam S. E. Hafidz & E. A. Meinarno (Eds.), Psikologi Indonesia (hlm. 109-147). Rajagrafindo Persada.
  19. Himawan, K. K. (2020). Menikah adalah ibadah: Peran agama dalam mengkonstruksi pengalaman melajang di Indonesia. Jurnal Studi Pemuda, 9(2). doi: 10.22146/studipemudaugm.56548
  20. Himawan, K. K., Dewi, W. P., Sitorus, K., & Mutiara, E. (2016). Kode etik psikologi dan aplikasinya di Indonesia. Salemba Humanika.
  21. Himpunan Psikologi Indonesia. (2010). Kode etik psikologi Indonesia. Himpunan Psikologi Indonesia.
  22. Ismail, R. (2012). Keberagamaan koruptor menurut psikologi (Tinjauan orientasi keagamaan dan psikografi agama). Esensia, 13(2), 289-304. doi: 10.14421/esensia.v13i2.743
  23. Kementerian Riset dan Teknologi. (2020). Statistik publikasi jurnal Indonesia. Ditemu kembali dari http://sinta.ristekbrin.go.id
  24. Lovihan, M. A. K., & Kaunang, R. O. W. (2010). Perbedaan perilaku asertif pada wanita karir yang sudah menikah dengan yang belum menikah di Minahasa. Inovasi, 7(4), 240-250.
  25. Mazidah, N. (2011). Relijiusitas dan perubahan sosial dalam masyarakat industri. Jurnal Sosiologi Islam, 1(1), 17-33.
  26. Moher, D., Shamseer, L., Clarke, M., Ghersi, D., Liberati, A., Petticrew, M., ... Stewart, L. A. (2015). Preferred reporting items for systematic review and meta-analysis protocols (PRISMA-P) 2015 statement. Systematic Reviews, 4(1), 1. doi: 10.1186/2046-4053-4-1
  27. Morey-Vargas, O. L., Zeballos-Palacios, C., Gionfriddo, M. R., & Montori, V. M. (2014). The hierarchy of evidence. Dalam G. Biondi-Zoccai (Ed.), Network meta-analysis: Evidence synthesis with mixed treatment comparison (hlm. 3-19). https://ebookcentral-proquest-com.ezproxy.library.uq.edu.au
  28. Nanik, & Hendriani, W. (2016). Studi kajian litertur: Wanita tidak menikah di berbagai negara. Paper presented at the 2nd Psychology and Humanity, Universitas Muhammadiyah Malang.
  29. Paramita, C., & Nugroho, S. S. (2014). Pengaruh kualitas layanan pada kepuasan dan loyalitas konsumen pembelanjaan daring (Keterlibatan produk sebagai pemoderasi). Jurnal Siasat Bisnis, 18(1), 100-117. doi: 10.20885/jsb.vol18.iss1.art8
  30. Pirutinsky, S., & Rosmarin, D. H. (2018). The PIOS among the pious: Validity of the Penn Inventory of Scrupulosity among Orthodox Jews. Mental Health, Religion & Culture, 21(2), 180-193. doi: 10.1080/13674676.2017.1381949
  31. Rahmawati, S. W. (2018). Peran conscientiousness personality trait dan iklim sekolah dalam pencegahan perundungan. Jurnal Psikologi Ulayat, 5(2), 138-156. doi: 10.24854/jpu02018-130
  32. Ralampi, D. A., & Soetjiningsih, C. H. (2019). Keberhargaan diri dan resiliensi sebagai prediktor successful aging pada lansia di panti wreda. Jurnal Psikologi Ulayat, 6(1), 102-116. doi: 10.124854/jpu02019-216
  33. Ramadani, G. P., Amir, Y., & Mundzir, I. (2020). Berbedakah motivasi beragama kelompok aksi Bela Islam 212 dengan kelompok non aksi Bela Islam 212? Prosiding Seminar Nasional Penguatan Riset dan Luarannya sebagai Budaya Akdemik di Perguruan Tinggi Memasuki Era 5.0, 1(1), 150-160. doi: 10.22236/semnas.v1i1.51
  34. Religiositas. (2020). Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring. Ditemu kembali dari https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/religiositas
  35. Ryff, C. D. (1989). Happiness is everything, or is it? The meaning of psychological well-being. Journal of Personality and Social Psychology, 57(6), 1069-1081.
  36. Sarwono, S. W. (2012). Psikologi ulayat. Jurnal Psikologi Ulayat, 1(1), 1-16. doi: 10.24854/jpu12012-6
  37. Scimago Institution Rank. (2020, Agustus 24). Asiatic region. https://www.scimagojr.com/countryrank.php?region=Asiatic%20Region
  38. Smoktunowicz, E., Barak, A., Andersson, G., Banos, R. M., Berger, T., Botella, C., ... Hodgins, D. C. (2020). Consensus statement on the problem of terminology in psychological interventions using the internet or digital components. Internet Interventions, 21, 100331. doi: 10.1016/j.invent.2020.100331
  39. Tahaha, H., & Rustan, E. (2017). Orientasi religiusitas dan efikasi diri dalam hubungannya dengan kebermaknaan pendidikan agama Islam pada mahasiswa IAIN Palopo. Jurnal Studi Agama dan Masyarakat, 13(2), 163-179. doi: 10.23971/jsam.v13i2.551
  40. Tran, D. D., Brown, W. N., Lee, S., & Morrell, H. E. R. (2019). Religiosity, filial piety, and drinking in adolescence. Journal of Child & Adolescent Substance Abuse, 28(3), 200-209. doi: 10.1080/1067828X.2019.1680468
  41. Utami, M. S. (2012). Religiusitas, koping religius, dan kesejahteraan subjektif. Jurnal Psikologi, 39(1), 46-66. doi: 10.22146/jpsi.6966
  42. Vigar, L. S., Himawan, K. K., & Mutiara, E. (2016). Hubungan antara spiritualitas dan religiositas dengan illusion of control pada emerging adults. Mindset, 7(1), 1-15.
  43. Wahyuni, S., Reswita, & Filtri, H. (2018). Subjectif well-being anak yang berasal dari keluarga berstatus ekonomi sosial rendah. Lectura Jurnal Pendidikan, 9(2), 149-160. doi: 10.31849/lectura.v9i2.1605
  44. Wekke, I. S. (2016). Harmoni sosial dalam keberagaman dan keberagamaan masyarakat minoritas Muslim Papua Barat. Kalam, 10(2), 295-312. doi: 10.24042/klm.v10i2.3
  45. Wibisono, S., & Taufik, M. (2017). Orientasi keberagamaan ekstrinsik dan fundamentalisme agama pada mahasiswa Muslim: Analisis dengan Model Rasch. Jurnal Psikologi Sosial, 15(1), 1-11. doi: 10.7454/jps.2017.1
  46. Yetley, E. A., MacFarlane, A. J., Greene-Finestone, L. S., Garza, C., Ard, J. D., Atkinson, S. A., . . . Wells, G. A. (2016). Options for basing Dietary Reference Intakes (DRIs) on chronic disease endpoints: Report from a joint US-/Canadian-sponsored working group. American Journal of Clinical Nutirion, 1-37. doi: 10.3945/ajcn.116.139097