Pengaruh Spiritualitas terhadap Subjective Well Being Mahasiswa Tingkat Akhir

Penulis

  • Nancy Lolo Arung Universitas Pelita Harapan
  • Yonathan Aditya Universitas Pelita Harapan

DOI:

https://doi.org/10.24854/ijpr399

Kata Kunci:

Mahasiswa tingkat akhir, spiritualitas, Subjective well-being

Abstrak

Mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengerjakan tugas akhir sebagai syarat kelulusan, banyak mengalami tekanan yang mengakibatkan munculnya stres dan depresi. Timbulnya stres dan depresi dalam diri mahasiswa dapat mengakibatkan rendahnya subjective well being sehingga dapat memengaruhi performa pengerjaan tugas akhir. Spiritualitas dianggap dapat memengaruhi tingkat subjective well being mahasiswa, karena dengan spiritualitas individu dapat merasakan kehadiran Tuhan dan mendapatkan social support saat dalam masa sulit. Oleh karena itu, penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh spiritualitas terhadap subjective well being mahasiswa. Penelitian dilakukan menggunakan metode kuantitatif, dan menggunakan teknik purposive sampling yang dilakukan pada 150 mahasiswa tingkat akhir. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah SHALOM (?=.91), SPANE  (?=.87, ?=.78) dan SWLS (?=.82). Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara spiritualitas terhadap subjective well being (? = .22, p < .05), yang berarti semakin tinggi spiritualitas mahasiswa maka semakin tinggi pula tingkat subjective well being mahasiswa tersebut.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2021-02-03

Cara Mengutip

Arung, N. L., & Aditya, Y. (2021). Pengaruh Spiritualitas terhadap Subjective Well Being Mahasiswa Tingkat Akhir. Indonesian Journal for The Psychology of Religion, 1(1), 61–67. https://doi.org/10.24854/ijpr399

Terbitan

Bagian

Original Articles